Paling Banyak Dikunjungi
-
Sebelumnya, ada beberapa pembaca yang komplain.... Bang.... nge-cheat mulu.... dapet uang secara cepat caranya gimana????...
Showing posts with label Umum. Show all posts
5 Masjid Terunik di Dunia!!! WAJIB BACA!!!! :)
1. Masjid
Agung di Kota Djenne, Mali
Masjid unik di dunia pertama,
yaitu Masjid Agung Djenne. Masjid ini telah menarik imajinasi orang Eropa
selama berabad-abad. Masjid yang terletak di Djenne, sebuah kota kecil di pusat
Mali, Afrika Barat, merupakan sebuah warisan arsitektur dunia karena dibangun
seluruhnya dengan lumpur dan kayu. Sisi luar dari masjid dibentuk dari plaster
lumpur, kayu-kayu yang menjorok keluar dari bangunan seperti jarum-jarum
tersebut, digunakan sebagai penyangga dan juga sebagai perancah jika akan ada
perbaikan.
Setiap tahun para penduduk Mali
mengadakan festival untuk memperbaiki masjid ini, melapisinya dengan lebih
banyak plaster. Masjid menakjubkan ini juga pernah menjadi pusat pengajaran
islam di Afrika pada abad ke-18. Masjid tua nya itu, kini masih menjadi tujuan
para pelancong dari mancanegara yang datang untuk sekedar mengagumi
keindahannya, atau untuk beribadah di sana. Dan kini, masjid Djenne masih
menjadi salah satu bangunan penting di Afrika Barat.
Masjid Agung Djenne yang saat ini
berdiri megah, dibangun pada tahun 1906 dan selesai satu tahun kemudian pada
tahun 1907. Masjid Agung di Djenne, tidak hanya bangunan yang terbuat dari bata
dengan bahan dasar lumpur terbesar di dunia, tetapi juga sebuah model
arsitektur ramah lingkungan yang berkelanjutan. Karena keunikannya, pada tahun
1988, kota tua Djenne dan masjid Agungnya, diresmikan menjadi situs sejarah
dunia oleh UNESCO. Selain beribadah, umat muslim dan turis dari seluruh dunia
datang mengagumi struktur bangunan masjid ini. Di depan Masjid Agung Djenne,
terkadang terdapat pasar dadakan yang diadakan warga kota Djenne. Karena
kota ini sendiri kini telah menjadi pusat perdagangan hasil pertanian.
2. Masjid Jamiul Alfar di Kota Kolombo, Sri Lanka
Di bagian kota tua Kolombo, Sri
Lanka, berdiri sebuah masjid tua dan unik bernama masjid Jamiul Alfar. Masjid
ini ialah salah satu masjid tertua di kota Kolombo dan merupaka ikon pariwisata
di Ibu Kota Sri Lanka. Mulai dibangun pada tahun 1908 dan selesai pada tahun
1909, Masjid ini dirancang oleh Hl Saibo Lebbe. Ciri khas desain arsitektur
Masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih, yang
menghiasi bagian luar bangunan masjid. Namun, dibandingkan warna putih warna
merah tampak lebih mendominasi. Karenanya, ada yang menyebut masjid ini dengan
nama Samman Kottu Palli, atau Rathu Palliya dari Masjid Merah.
Sementara detil struktur bagian
luar masjid yang didominasi warna merah dan putih, menampilkan efek seperti kue
lapis. Namun, penggunaan warna merah tersebut tidak menghilangkan nilai
spiritual pada bangunan megahnya. Justru warna merah mencolok ini menjadi daya
tarik tersendiri bagi para wisatawan dan para pelaku bisnis yang berkunjung ke
Kolombo.
Arsitektur yang terdapat pada
bangunannya, memperlihatkan kekayaan akan nilai kebudayaan islam yang dipadu dengan
kemegahan bangunan kastil di Inggris. Walaupun letaknya berada di jejeran
pertokoan, tetapi dengan rancangan bangunan dan warnanya yang unik, menjadikan
masjid ini benar-benar tampil beda, dan menarik perhatian mata.
Seperti lazimnya bangunan sebuah
masjid, masjid Jamiul Alfar juga memiliki menara. Jumlah keseluruhan menara
yang terdapat pada bangunan masjid ini sebanyak 14 buah. Terdiri dari dua
menara berukuran sedang, dan sisanya berukuran kecil. Kapasitas keseluruhan
bangunan masjid ini, mampu menampung sekitar 5.000 jamaah secara bersamaan, dan
menjadikan masjid Jamiul Alfar sebagai masjid terbesar di Sri Lanka.
3. Masjid Agung di Xi’an di Cina
Masjid unik di dunia berikutnya
adalah, masjid agung Xi’an di Cina. Masjid ini merupakan sebuah masjid yang
sangat unik, terbesar, dan tertua di kota Chang’an –lebih dikenal dengan kota
Xi’an, di Cina. Bentuk bangunannya lebih menyerupai kuil dari pada bangunan
masjid pada umumnya. Oleh sebab itu, masjid ini menjadi salah satu masjid
dengan arsitektur paling unik di dunia. Dan pada tahun 1988, pemerintah
setempat menetapkannya sebagai salah satu bangunan bersejarah terpenting di
Cina.
Masjid yang berdiri pada abad
ke-8 masehi ini, merupakan masjid yang pertama kali didirikan di Cina. Ini
membuatnya menjadi salah satu saksi sejarah tertua dalam perkembangan islam di
negeri tersebut. Tradisi yang berkembang mengatakan, masjid agung ini didirikan
oleh Laksamana Cheng Ho.
Saat melihat Masjid Agung Xi’an,
sekilas akan Nampak seperti sebuah kuil tradisional Cina yang lengkap dengan
halaman dan pavilion serta pagoda. Akan tetapi, fungsi bangunan islam menjadi
jelas terlihat, manakala Anda melihat lebih dekat hiasan figurative, yang
sebagian besar diganti dengan kaligrafi Arab dan Cina. Masjid ini sendiri
memiliki lima halaman di mana semuanya mengarah ke ruang doa yang terletak di
ujung barat Masjid. Setiap halaman memiliki monument pavilion atau gerbang.
Gerbang ini berhadapan dengan
tembok yang sangat lebar dengan dekorasi ukiran tanah liat, serta dihiasi atap
dari tumpukan genting mengkilap. Pada dua sisinya, dihiasi perabot antik yang
sangat berharga buatan jaman dinasti Ming dan Qing.
Area terbesar dari masjid unik
ini berada pada bangunan ruang shalat. Jama’ah yang dapat ditampung di area ini
mencapai 1.000 orang. Ruang ini dilindungi tiga tingkat atap berwarna biru
tosca, berhiaskan ukiran berpola rumput dan bunga-bungaan. Keindahan yang
sekaligus mencekam tampak dari dinding ruangan yang terbuat dari kayu
berpahatkan ayat-ayat Al-qur’an. Hingga kini, Masjid Raya Xi’an masih
difungsikan sebagai tempat ibadah kaum muslimin dari suku Hui. Saat ini
diperkirakan jumlah kaum muslim kota Xi’an dan sekitarnya, mencapai 60.000
orang.
4. Masjid Hassan II di Maroko
Masjid unik di dunia selanjutnya
dari daftar ini, ialah masjid Hassan II. Masjid yang berdiri megah dan terapung
dari atas laut ini, merupakan masjid terbesar sekaligus terindah di Kota
Casablanca, Maroko. Masjid Hassan II dianggap sebagai Masjid terbesar kedua,
setelah Masjidil Haram di Mekkah. Tak hanya itu, kemegahan lainnya yang Nampak
dari masjid ini, ialah menara masjidnya memiliki tinggi 210 m, yang disebut
sebagai menara masjid paling tinggi di dunia. Masjid yang memiliki kapasitas
25.000 orang in dibangun hanya dalam waktu 6 tahun, mulai tahun 1980, dan
didesain oleh arsitek kebangsaan Perancis, Michel Pinseau.
Masjid ini dibangun oleh Raja
Hassan II, yang kemudian dinamakan sama dengan sang raja. Masjid ini terletak
di sebuah tanjung yang menghadap langsung ke Samudera Atlantik. Letak keunikan
dari masjid Hassan II ini, yaitu letaknya yang berada di atas tanah reklamasi.
Hampir setengah dari bangunan masjid berada di atas lautan. Istimewanya,
sebagian lantai masjid terbuat dari kaca sehingga umat muslim yang beribadah
atau sujud, dapat melihat langsung ke dalam laut.
Jika dilihat dari kejauhan,
masjid Hassan II seperti terapung. Keunikan lainnya, masjid ini dibangun dengan
konstruksi tahan gempa, memiliki pemanas lantai, pintu otomatis, serta
atap masjidnya yang dapat dibuka atau digeser. Hiasan, ornament di lantai, pintu,
dinding, dan langit-langit masjid, terlihat sangat detil dan indah, kental
dengan nuansa seni bangsa Moor. Luas bangunan masjid nan megah ini mencapau 2
hektar dan dapat menampung 25.000 jamaah di dalam masjid, serta 80.000 jamaah
di halamannya. Uniknya, masjid Hassan II ini juga terbuka untuk umum dan
pengunjung non-muslim. Semua pengunjung dapat membeli tiket masuk masjid dan
akan dipandu oleh pemandu tur yang menjelaskan detail dari interior masjid.
5. Masjid Laarabanga di Ghana
Masjid unik di dunia berikutnya,
yaitu masjid Larabanga. Masjid Larabanga merupakan masjid bersejarah
ber-arsitektural Sudan di kampong Larabanga, Republik Ghana, benua Afrika.
Sebuah masjid tuanya terbuat dari lumpur khas benua Afrika yang masih eksis
hingga kini. Selain itu, masjid ini disebut-sebut sebagai masjid tertua di Ghana
dan kawasan Afrika Barat.
Masjid Larabanga menjadi salah
satu dari sekian banyak masjid-masjid eksotis khas Afrika yang terbuat dari
lumpur. Ukuran masjid ini tak terlalu besar, bisa jadi hanya seukuran
sebuah surau di Indonesia. Ukurannya hanya 8x8m. Namun, nilai sejarahnya
yang tinggi, memasukkan masjid ini ke dalam daftar 100 situs dunia yang harus
diselamatkan, versi The World Monuments Fund’s.
Masjid kuno Larabanga dibangun
dalam gaya masjid-masjid Sudan kuno, dengan ciri khasnya berupa bentuk segi empat,
dilengkapi dengan kerangka struktur ataupun pilar-pilar yang menopang atapnya.
Diramaikan lagi dengan beberapa pilar tambahan dengan puncak yang menjulang,
memberikan keragaman ketinggian pada atap masjid. Ada beberapa kontroversi
terkait kapan pastinya masjid ini dibangun. Namun, sejarah Tutur menyebutkan
bahwa, masjid Larabanga dibangun pada tahun 1421 M. Disebutkan juga bahwa
seorang saudagar muslim bernama Ayuba, telah membangun masjid ini secara
misterius. Didekat salah satu pintu masuk ke masjid ini, berdiri kokoh sebatang
pohon baobab yang sangat besar dan tetap dipertahankan hingga kini. Di bawah
pohon inilah Ayuba dimakamkan saat beliau wafat.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Seluk Beluk Tentang Karpet Masjid :
Terciptanya suasana pada ruangan .
variasi warna dan motif pada karpet bisa mewujudnya tema pada ruangan. Misalnya
karpet berwarna lembut dan bermotif floral bisa menciptakan suasana romantis
pada ruangan.
Menjadikan karpet sebagai titik
perhatian. Anda bisa memasang karpet bermotif pada ruangan yang terkesan polos
atau memilih warna kontras pada ruangan tersebut.
Karpet
juga bisa menjadi peredam kebisingan. Entah itu kebisingan dari suara TV, radio
atau yang lainnya. Anda bisa meletakkan karpet di ruangan, ini sangat cocok
bagi Anda yang suka akan keheningan dan ketenangan.
Tingkatkan semangat sholat
berjamaah di masjid dengan kenyamanan karpet masjid yang kami jual disini. Kami
menyediakan karpet masjid dengan berbagai pilihan kualitas, warna dan motif.
Ciptakan karakter masjid yang berbeda dengan merk karpet masjid seperti
Medeena, Yasmin, Kingdom, Karpet Handmade (Custom Design) dll.
Sejarah
Singkat Karpet
Menurut catatan sejarah, karpet dibuat oleh
masyarakat nomaden (masyarakat yang hidupnya berpindah-pindah tempat), terlebih
masyarakat berburu. Gambaran yang ditampilkan berkaitan dengan kehidupan
keagamaan, kenegaraan, panjang umur, keberuntungan, keselamatan dan kesehatan.
Karpet sendiri berdasarkan fungsinya terdiri atas lima jenis fungsi, yakni
untuk dinding, lantai, koleksi, dekorasi, dan investasi. Karpet-karpet kuno
umumnya dikerjakan dengan tangan dan menggunakan teknik simpul.
Di Persia kemahiran membuat karpet sudah ada
sekitar abad ke-15. Zaman dulu kebanyakan karpet dibuat oleh para wanita.
Sebuah karpet besar bisa menghabiskan waktu pembuatan sekitar tiga tahun. Oleh
karena itu, harganya mahal sekali. Agar bisa menikah, seorang wanita harus
mampu membuat karpet. Karpet itulah yang nantinya diberikan kepada calon suami.
Tidak heran bila keterampilan itu tetap bertahan sampai sekarang.
Cara
Mencuci Karpet Dengan Air
1. Gelar dilantai, lalu lakukan penghilangan
debu dengan menggunakan vacuum cleaner, cara ini sangat penting untuk membuat
kondisi pra cuci karpet lebih ideal, sebab rata-rata kotoran karpet adalah
endapan debu.
2. Bentangkan karpet dan gantung di tali
jemuran, atau alat penyangga yang khusus, tujuannya adalah untuk memposisikan
karpet mudah dialiri air, dan tidak tergenang (sebab jika tergenang berpotensi
untuk merusak lem karpet) :-)
3. Setelah karpet berhasil dibentangkan maka
semprot karpet dengan air (lebih baik menggunakan alat penyemprot supaya
tekanan air sedikit lebih kuat)
4. Setelah karpet dibasahi (berfungsi juga untuk
menguapkan kotoran yang menempel) maka langkah selanjutnya adalah melumuri
karpet dengan sabun khusus karpet (shampo karpet) / kalau tidak ada bisa
menggunakan sabun yang berbahan lembut, seperti natural soap, sabun bayi.
5. Sikatlah bagian yang kotor denganmenggunakan
sikat lembut, jangan menyikat terlalu keras karena dapat merontokkan bulu
karpet.
6. Setelah dipastikan semua bagian kotor karpet
sudah disikat, maka siramlah dengan air (proses pembilasan) dengan semprotan
yang tidak keras (lembut), biarkan air mengalir mengangkut kotoran-kotoran di
karpet.
7. Keringkan karpet di tempat yang tidak
langsung terkena sinar matahari (agar bulu karpet tidak kasar) namun tempat
yang memiliki cukup sirkulasi udara (untuk menghindari bau).
8. Setelah karpet anda pastikan kering taburi
dengan baking soda untuk menghilangkan bau, dan setelah 30 menit bersihkan
karpet dengan menggunakan vacuum cleaner lagi.
9. Gulung / lipat karpet sesuai struktur
aslinya, kemudian kemas dalam plastik kalau belum dipakai, untuk menghindari
karpet terkena debu.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Metode Syaithan Dalam Menyesatkan Manusia
Bab
1 ini diambil dari buku Al-‘Aqidatu Awwalan, Lau Kaanu Ya’lamuun oleh Syaikh
Abu Islam. Buku tersebut terdiri dari tiga jilid dan sangat dianjurkan untuk
dibaca karena berdasarkan 234 khutbah yang dibawakan Syaikh di Jordan. Kumpulan
khotbah Syaikh Abu Islam lainnya adalah Thamaraat ul-Iman – Mawaaqif Imaniyyah yang
terdiri dari 40 khutbah dalam satu jilid. Juga terdapat Du’a min al- Kitab wa
as-Sunnah, yang terdiri dari 45 khutbah dalam satu jilid.1 Khutbah Syaikh Abu
Islam dihadiri banyak ulama di Jordan dan beliau dianjurkan untuk
mempublikasikan khotbah-khutbahnya oleh ahli hadits abad ini, Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Syaikh Abu Islam menyebutkan bahwa: “Saya
memulai dengan bertawakkal kepada Allah, dalam membawakan khotbah dalam masalah
aqidah, dan dari karunia Allah kepadaku dan kepada manusia, adalah bahwa penulis
menemukan bahwa orang-orang menerima khotbah ini dan memperhatikannya dan mengambil
manfaat darinya. Syaikh Albani rahimahullah memperhatikan tentang apa yang
telah dikatakan mengenai diriku, dan kadang-kadang menghadiri khotbah-ku dan
bertanya mengenai apa yang akan menjadi topik khotbah dan manakala Penulis
memberitahukan kepadanya bahwa Allah telah memberkahi orang-orang sehingga
menyukai khotbah (yang kusampaikan), beliau berkata, “Segala puji bagi Allah
dan kemuliaan berasal dari-Nya.”
Hari-hari, bulan dan tahun
berlalu, dan orang-orang yang mendengarkan khotbah mengenai aqidah semakin
meningkat dari hari ke hari. Rekaman kaset dari khotbah-khotbah ini menyebar
dikalangan penuntut ilmu dan orang-orang yang memberikan khotbah di berbagai
tempat (Jordan). Maka beberapa saudara yang terhormat meminta Penulis untuk
mempublikasikan khotbah-khotbah tersebut dalam bentuk buku, agar para penuntut
ilmu dan orang-orang yang hendak memberikan khotbah dapat mengambil manfaat
darinya di berbagai tempat. Namun demikian, Penulis menolak ide ini pada
awalnya karena Penulis bukan seseorang yang pantas untuk itu. Namun atas
desakan mereka, Penulis melakukan shalat istikharah dan kemudian menemui
Syaikh-ku, ayahku, Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Penulis
berkonsultasi dengannya mengenai penerbitan kumpulan khotbah tersebut dan dia
rahimahullah berkata: “Ini adalah suatu hal yang baik, dan Penulis nasihatkan
kepadamu untuk mempublikasikannya, bahkan wajib bagimu untuk melakukannya,
karena masalah aqidah adalah perkara yang sangat penting dan semua dai harus
menyadari kepentingannya.
Dalam penerbitan buku ini adalah merupakan
penyebaran aqidah yang benar dan tolong-menolong denganmu dalam kebaikan dan
ketakwaan… dan bertawakkal lah kepada Allah.” Kemudian istriku, Ummu Islam,
semoga Allah melindunginya dari kejahatan, mengumpulkan khotbah dari
kaset-kaset dan membuat transkrip danbersungguh-sungguh dalam mengerjakannya,
wallahu a’lam. Kami memohon kepada Allah untuk menjadikan baginya sebagai salah
satu dari amal baiknya.”2 Jilid pertama ini memuat banyak perkara penting
berkaitan dengan iman, dan khotbah dibuat dalam bentuk ringkas dan sederhana
dan sangat sesuai untuk dipahami bagi kaum Muslimin pada umumnya. Syaikh Mansur
Hasan hafizahullah memberi catatan pada mukadimah jilid pertama:
“Dari
orang-orang yang memberikan khotbah berdasarkan pada landasan yang kuat dan
sesuai, diantara landasan dan pemahaman yang kuat, banyak menggunakan dalil
dari Nash-nash Ketuhanan yang mulia (Al-Qur;an –pent), menggunakan
metode yang baik, membela syariat Ketuhanan, tanpa melupakan perasaan
orang-orang, dan tidak melanggar, dan bekerja secara akurat terhadap sentimen
selama badai fitnah, adalah saudara kita, Syaikh yang mulia, saudara yang
benar, Abu Islam Shalih Thaahaa hafizahullah, Khatib dan Imam masjid Ibrahim
Al-Hajj Hasan (rahimahullah). Diantara karunia yang Allah berikan kepadanya,
bersamaan dengan apa yang telah berjalan, adalah pilihannya terhadap topik
khotbah yang sesuai dan sangat tepat.
Selengkapnya tentang permasalahan diatas dapat didownload disini.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Misteri Ka'bah yang Menggegerkan NASA
Ka’bah, rumah Allah sejuta ummat
muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta.
Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun
semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.
Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.
Neil Amstrong telah membuktikan
bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti
melalui sebuah penelitian Ilmiah. Ketika Neil Amstrong untuk pertama
kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi,
dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa
yang menggantungnya ?.”
Para astronot telah menemukan
bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka
mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut
raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website
tersebut.
Setelah melakukan penelitian
lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal
dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak
berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars,
radiasi tersebut masih berlanjut terus.
Para peneliti Muslim mempercayai
bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di
planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Makkah Pusat Bumi
Prof. Hussain Kamel menemukan
suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia
meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
Untuk tujuan ini, ia menarik
garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi
ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk
menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan
garis lintang.
Setelah dua tahun dari pekerjaan
yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk
menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta
banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan
pusat bumi.
Ia menyadari kemungkinan
menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar
lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak
bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah,
edisi 237, Agustus 1978).
Gambar-gambar Satelit, yang
muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi
lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu
daratan itu diciptakan.
Telah menjadi teori yang mapan
secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang
panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan
ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.
Studi ilmiah ini dilaksanakan
untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah
pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah
sain di Barat.
Allah berfirman di dalam
al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan
kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada
Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’
(asy-Syura: 7)
Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk
bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah
pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.
Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur
Islam.
Sebagaimana seorang ibu adalah
sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri
lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’
memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.
Makkah atau Greenwich
Makkah atau Greenwich
Berdasarkan pertimbangan yang
seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh
studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar
diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan
rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai
empat dekade yang lalu.
Ada banyak argumentasi ilmiah
untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui
kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan
pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris.
Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk
mengetahui waktu shalat.
Makkah adalah Pusat dari
lapisan-lapisan langit
Ada beberapa ayat dan hadits
nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman,
‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi)
penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya
melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)
Kata aqthar adalah bentuk jamak
dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi
yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa
hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter
bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu
berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
Selain itu ada hadits yang
mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di
tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan
pembentuk bumi)
Selengkapnya tentang Ka'bah yang mampu menggegerkan NASA dapat di download disini.
Selengkapnya tentang Ka'bah yang mampu menggegerkan NASA dapat di download disini.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Materi Sholat Subuh
Salat Subuh memiliki manfaat dan
keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya secara rutin
setiap hari. Meskipun hanya dua rakaat, Salat Subuh menyimpan banyak
rahasia-rahasia yang dahsyat, baik dari segi rohani, kesehatan, dan kesuksesan
hidup.Dalam Hadist Riwayat Muslim, Rasulullah Shallallahu’alaihi
Wasallambersabda “Dua rakaat Salat Subuh lebih baik dari pada dunia dan
seisinya.
”Dari sisi rohani, Salat Subuh
mempunyai banyak keutamaan, di antaranya menyelamatkan dari azab, mendapat
pahala setara pahala haji dan umrah, terbebas dari api neraka, terhindar dari
kemunafikan, serta mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Berpagi-pagilah kalian dalam
menunaikan Salat Subuh karena itulah pahala yang paling mulia.” (Hadist Riwayat
Turmudzi).
Dari sisi kesehatan, bangun pagi
untuk melaksanakan Salat Subuh pun mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak. Apalagi
saat pagi hari kadar ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas
syaraf dan otak. Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan
serangan jantung. Bahkan, Salat Subuh bermanfaat bagi kesuksesan dalam
kehidupan. Sebab, saat pagi hari sampai fajar pintu-pintu rezeki di buka oleh Allah
subhanahu wa ta’ala.
Karena itu, setelah melaksanakan
Salat Subuh dilarang tidur kembali, sebaliknya sangat dianjurkan mulai
beraktivitas, berzikir, dan berdoa. Untuk selengkapnya tentang Sholat Subuh
dapat di download disiniTag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Meninjau Semula Hukum Nikah Iddah dan Nasab Anak Bagi Penzina
Sesuatu yang tidak dapat
disembunyikan pada masa kini adalah banyaknya kes keterlanjuran antara pasangan
lelaki dan wanita muslim yang belum berkahwin hingga menyebabkan mereka terjatuh
ke dalam kancah perzinaan. Namun, alhamdulillah, dalam jumlah yang banyak tersebut
terdapat mereka yang segera teringat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala akan keterlanjuran
mereka dan ingin bertaubat. Pada waktu yang sama mereka ingin melangsungkan perkahwinan
dengan orang yang mereka zinai dan meneruskan kehidupan berkeluarga dalam suasana
yang halal.
Di
sini timbul beberapa persoalan hukum:
1. Bolehkah penzina bernikah?
2. Bolehkah bernikah dengan wanita yang sedang
hamil kerana zina?
3. Bagaimana status anak yang lahir hasil dari
zina?
Insya-Allah dalam ebook ini akan diterangkan
hukum bagi persoalan-persoalan di atas. Para ilmuan kita telah pun membuka
perbincangan yang luas terhadap persoalan-persoalan di atas dan tidak kurang
pula dalam perbincangan tersebut terdapat perbezaan pendapat yang saling menyilang.
Di antara perbezaan itu ada yang masyhur kerana memiliki dalil yang kukuh dan ada
yang asing kerana tidak memiliki dalil yang kukuh.
Selain itu, dalam risalah ini, juga
akan disertakan perbedaan pendapat tersebut bukan dengan cara menyebut nama
tokoh atau mazhab yang berbeza pendapat. Tetapi dengan cara mengemukakan dalil
dan hujah bagi setiap pendapat. Seterusnya akan jelaskan pendapat mana yang
lebih kuat insya-Allah. Tentu saja dengan catitan, apa yang kuat mengikut
analisa saya mungkin lemah mengikut analisa para pembaca sekalian. Semua ini
adalah tanda kematangan fiqh yang sekali gus menandakan kematangan seseorang
dalam beragama.
Untuk selengkapnya tentang penjelasan tersebut dapat di download disini.Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Download Ebook Kesesatan Syiah
Akhir-akhir ini, para penganut, pendukung, dan pejuang Syiah di Indonesia merasa di atas angin. Selain terbitnya buku "Syiah Menurut Syiah, 2014" oleh organisasi resmi Syiah, Ahlul Bait Indonesia (ABI) yang diberi kata pengantar oleh Bapak Menteri Agama, Drs. H. Lukman Hakim Saefuddin, juga dihelatnya sebuah acara Konferenasi Internasional Gerakan Ekstrimisme dan Takfiri dalam Pandangan Ulama Islam "World Congress on Extremist and Takfiri Movements in the Islamic Scholar's View" (23-24/11/2014) di Kota Qum Iran yang dihadiri 80 negara yang disaring dari 2000 tokoh di seluruh dunia, lalu dipilah dan diundang sekitar 420, dan akhirnya yang hadir 315 orang, dengan prosentase 40% Syiah dan 60% Ahlussunnah, tokoh-tokoh tersebut diambil dari mereka yang punya pengaruh dari kalangan ulama, intelektual, dan akademisi, yang memiliki semangat persatuan dan kesatuan serta melawan segala bentuk ekstrimisme takfiri, (www.abna.com. 23/11/2014).
Dari Sulawesi, ada beberapa tokoh
akademis dan ulama yang turut diundang ke acara konferensi internasional
tersebut. Melihat tema konferensinya, secara substansial pasti kita setuju
semuanya, karena menekankan persatuan (al-ittihad), persaudaraan antarsesama
muslim (ukhuwwah islamiyah), mereduksi segala bentuk kekerasan tanpa alasan
syar'i, bahkan mengkafirkan sesama muslim tanpa merujuk pada ketetapan dalil
baik Al-Qur'an, sunnah, dan fatwa para ulama muktabar.
Namun persoalannya tidak sampai
di situ. Kedatangan para ulama dan akademisi dari kalangan Ahlussunnah ke Qom,
Iran untuk menghadiri konferensi internasional tersebut menjadi bahan jualan
para penganut dan pejuang Syiah Indonesia, lebih khusus yang kuliah di Iran dan
mendapat beasiswa.
Ismail Amin misalnya, selain
menulis artikel di koran-koran lokal Makassar, Ulama Susel dan Islam Rahmatan
Lil-Alamin,(Tribun Timur. 28/11/2014); Pesan Perdamaian dari Rakyat Persia,
(Harian Fajar, 29/11/2014) dengan menyebut sederet tokoh lintas organisasi dan
lembaga pendidikan di Susel yang turut hadir dalam perhelatan ilmiah tersebut.
Umpama nama-nama, Prof. Dr. Qadir Gassing sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar
Prof. Dr. Arifuddin Ahmad, sebagai Dekan Fak. Ushuluddin dan Filsafat, Dr.KH.
Mustamin Arsyad, atas nama MUI Makassar, dan seabrak nama tokoh lainnya, lokal
maupun nasional.
Persoalannya semakin rumit,
karena ia memaksakan kehendak--setidaknya dalam berbagai pernyataannya di media
sosial, Facebook--bahwa kedatangan para ulama dan tokoh tersebut sebagai bentuk
kekagumannya atas para ulama di Iran, bahkan menurut pria yang mengaku kuliah
di Mostafa University of Iran, banyak dari ulama kita yang antre untuk hanya
sekadar cipika-cipiki dengan para Ayatollah.
Kekaguman para ulama dan tokoh
akademis, baik lokal (Makassar) maupun nasional, kepada ulama Syiah Iran
dimanfaatkan sebagai legitimasi keshahihan ajaran Syiah, sekaligus sebagai
propaganda penyebaran Syiah di Indonesia. Dan ini memang sudah menjadi taktik
Syiah dalam melanggengkan penyebaran faham mereka di tengah masyarakat
Ahlussunnah. Bahkan, nama saya pun dibawa-bawa yang konon sangat tertarik untuk
berkunjung ke Iran, namun karena permasalahan visa sehingga tidak dapat
mengunjungi negeri para mullah itu. Tentu saja, ini adalah tuduhan tak berdasar
rekaan Ismail Amin.
Padahal sejatinya, para ulama,
terutama dari Makassar yang berangkat ke Iran untuk menghadiri konferensi
Internasional tersebut tidak ada sangkut-pautnya dengan legitimasi ajaran Syiah
dan dukungan penyebarannya di kalangan masyarakat berpaham Ahlussunnah.
Kedatangan mereka jelas dengan tujuan mulia, ukhuwah islamiyah dan mereduksi
kekerasan atas nama agama.
Karena itu, perbuatan konyol,
bahkan sebuah fitnah yang keji jika harus menjual nama para tokoh dan ulama
kita untuk melegitimasi ajaran sesat Syiah, yang sudah difatwakan kesesatannya,
mulai dari Imam Syafi'i pada abad ke-3 Hijriah hingga penganut mazhab Syiafi'i
abad ke-15 Hijriah ini.
Karena para pengusung dan
pengasong aliran sesat Syiah di Indonesia banyak menjual nama-nama tokoh dan
ulama untuk melegitimasi dan menjustifikasi kebenaran ajaran mereka, supaya
dapat disebarkan dengan mudah dan diterima masyarakat umum. Maka ada baiknya
jika kita kembali menoleh ke masa lalu. Khususnya mengangkat pemikiran dan
pemahaman ulama muktabar kita, yang telah diakui kepakarannya oleh para
ilmuan, Timur maupun Barat. Salah satunya adalah Ibnu Khaldun (1332-1406 M).
Dalam Magnum Opusnya, yang diberi judul "Al-Muqaddimah" sebagai pengantar kitab induknya "Al-Ibar, wa Diwan Al-Mubtada' wa Al-Khabar, fi Ayyam Al-'Arab wa Al-'Ajam wa Al-Barbar, wa man Asharuhum min dzawi As-Sulthani Al-Akbar".
Dalam Magnum Opusnya, yang diberi judul "Al-Muqaddimah" sebagai pengantar kitab induknya "Al-Ibar, wa Diwan Al-Mubtada' wa Al-Khabar, fi Ayyam Al-'Arab wa Al-'Ajam wa Al-Barbar, wa man Asharuhum min dzawi As-Sulthani Al-Akbar".
Tentang kehebatan dan derajat
keilmuan Ibnu Khaldun, saya kutip perkataan seorang orientalis sekaligus pakar
sejarah, Arnold Toynbee, "In the Prolegomena [Almuqaddimat] to his
Universal History he has conceived and formulated a philosophy of history which
is undoubtely the greatest work of its kind that has ever yet been created by
any time or place." (Lihat, A Study of History: The Growths of Civilization
[New York: Oxford University Press, 1962]). Syamsuddin Arif menyebutnya, Kitab
"Al-Mukaddimah" Karya Ibnu Khaldun tak ubahnya bagaikan kapsul yang
memuat ekstrak prinsip-prinsip yang bekerja di balik aneka manifestasi ilmu
pengetahuan, pencapaian, dan pengalaman manusia dari masa ke masa, (Orientalis
& Diabolisme Pemikiran, Jakarta: Gema Insani, 2008).
Kepakaran Ibnu Khaldun dari
berbagai disiplin ilmu, terutama sosiologis sudah diakui oleh jumhur ulama dan
ilmuan, karena itulah dia mendapat gelar "Bapak Sosiologi". Kali ini
saya tidak mengangkat masalah sosiologis dalam kitab Al-Muqaddimah, melainkan
pemaparan dan pandangannya terhadap aliran sesat Syiah.
Pada Pasal ke-27, Kitab
"Kerajaan-Kerajaan Secara Umum, Kerajaan, Kekhalifahan, Jabatan
Kepemimpinan, dan Semua yang Berhubungan dengannya.". Dengan tema
"Aliran-aliran Syiah dan Hukum Menegakkan Imamah", Ibnu Khaldun
memulai pembahasannya dengan memaparkan arti Syiah dari segi etimologi dan
terminologi.
Katanya, Asy-Syi'ah secara
etimologi berarti sahabat dan pengikut. Sedangkan dalam terminologi, para pakar
hukum Islam dan pakar ilmu kalam, baik klasik maupun kontemporer diartikan
sebagai pengikut Imam Ali bin Abi Thalib. Seluruh aliran Syiah bersepakat bahwa
imamah bukanlah kepentingan umum, yang persoalannya diserahkan pada pilihan
masyarakat dan pengangkatannya tergantung mereka. Imamah merupakan salah satu
rukun Islam dan perinsip dalam Islam menurut Syiah.
Tidak seorang Nabi pun--lanjut
Ibnu Khaldun--bagi Syiah boleh melalaikannya dan tidak pula melimpahkannya
kepada masyarakat. Mereka harus mengangkat pemimpin dari golongan mereka
sendiri, dan imam yang diangkat sebagai pemimpin itu harus bersifat ma'shum
atau terbebas dari dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Syiah meyakini, terang Ibnu Khaldun,
bahwa Ali bin Abi Thalib telah diangkat Rasulullah menjadi imam berdasarkan
teks-teks yang mereka kutif dan mereka takwilkan sesuai kehendak, yang sama
sekali tidak dikenal oleh para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, dan tidak pula
terdapat dalam kitab hadis. Teks-teks yang mereka kutip sebagian besar adalah
maudhu' alias palsu belaka, terdapat cela dalam sanadnya, atau terjadi
penakwilan yang menyimpang terlalu jauh. Bagi orang Syiah, teks-teks tersebut
terbagi menjadi dua bagian, jali atau tersurat dan khafi atau tersirat, (Ibnu
Khaldun, Al-Muqaddimah, [terj.], Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001). Penjelasan
Ibnu Khaldun terkait kesesatan Syiah begitu panjang, gamblang, dan sistematis.
Pernyataan di atas sudah cukup
memadai untuk menetapkan bahwa epistemologi akidah syiah sangat rapuh bahkan
tidak berdasar karena berpijak di atas dalil yang absurd.
Segenap ajaran agama Syiah tidak terbangun di atas Al-Qur'an dan hadis sebagaimana dipahami Ahlussunnah, melainkan membangun ajaran sendiri dari dalil yang mereka tafsirkan secara serampangan, dan pada tahap tertentu menciptakan ayat dan hadis palsu untuk menjustufikasi ajaran mereka.
Segenap ajaran agama Syiah tidak terbangun di atas Al-Qur'an dan hadis sebagaimana dipahami Ahlussunnah, melainkan membangun ajaran sendiri dari dalil yang mereka tafsirkan secara serampangan, dan pada tahap tertentu menciptakan ayat dan hadis palsu untuk menjustufikasi ajaran mereka.
Wajar saja, jika pembahasan
masalah Syiah, dalam Al-Muqaddimah, ditutup oleh Ibnu khaldun dengan perkataan,
Allah berkuasa menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk
menuju jalan yang lurus kepada siapa saja yang dikehendakinya.
Maksudnya, Allah menyesatkan
Syiah dan membiarkan mereka terus berkubang dalam kesesatan, dan Allah
senantiasa memberi petunjuk dan jalan yang lurus kepada golongan Ahlussunnah
wal-Jamaah. Wallahu A'lam!
Untuk selengkapnya tentang sejarah dan kesesatan Syiah dapat di download disini.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,
Cara Tidur Menurut Islam
Berikut ini beberapa etika
tidur yang sesuai dengan ajaran Islam sebagaimana yang terdapat di dalam
hadits-hadits Rasulullah Muhammad saw:
1.
Berwudhu ketika akan tidur
Hadist:
“Apabila engkau hendak mendatangi
pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana
wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No.
2710)
2.
Membaca doa akan tidur
Hadist:
Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa,
“Bismika Allahumma Amut wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup).
Bila bangun tidur berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa
ilayhinnusur.” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah
kami mati, dan kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)
Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah Muhammad saw bila berbaring di tempat tidurnya, beliau
letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya
berdoa: Robbi qinii ‘adzaabaka yawma tab’atsu ‘ibaadaka (Ya Robbi, peliharalah
aku dari azab-Mu pada hari Kau bangkitkan seluruh hamba-Mu).” (HR. At
Tarmidzi)
3.
Miring ke sebelah kanan
Hadist:
Dari al-Barra` bin Azib, Rasulullah Muhammad
saw pernah bersabda, “Apabila kamu hendak tidur,maka berwudhulah (dengan
sempurna) seperti kamu berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah di atas
sisi tubuhmu yang kanan“.
4.
Meletakkan tangan di bawah pipi sebelah
kanan
“Rasulullah Muhammad saw apabila tidur meletakkan tangan kanannya di
bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu
Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
5.
Membaca surat surat Al-Ikhlash,
Al-Falaq, dan An-Naas
Hadist:
Aisyah ra. berkata: “Bila Rasulullah Muhammad saw berbaring di tempat
tidurnya, beliau kumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya dan
dibaca pada keduanya surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Kemudian
disapunya seluruh badan yang dapat disapunya dengan kedua tangannya. Beliau
mulai dari kepalanya, mukanya dan bagian depan dari badannya. Beliau lakukan
hal ini sebanyak tiga kali.” (HR. At Tarmidzi)
6.
Tidurlah di awal malam
Hadist:
“Beliau saw tidur di awal malam dan
menghidupkan akhir malam.” (Mutafaq ’Alaih)
“Bahwasanya Rasulullah Muhammad saw membenci tidur malam sebelum
(sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (Hadist
Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235))
7.
Tidak tidur dengan posisi telungkup
(tengkurap)
Hadist:
“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang
dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)
8.
Berdoa ketika bangun tidur
Hadist:
“Rasulullah Muhammad saw jika mau tidur berdoa, “Bismika Allahumma Amut
wa Ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan hidup) Bila bangun tidur
berdoa, “Alhamdulillahillaji ahyana ba’da maa ama tanaa wa ilayhinnusur.”
(Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami mati, dan
kepada-Nya kami kembali.” (HR. Muslim)
9.
Mengusap Bekas tidur
Hadist:
“Maka bangunlah Rasulullah Muhammad saw dari tidurnya kemudian duduk
sambil mengusap wajah dengan tangannya” (HR. Muslim No. 763 (182)
10.
Beristinsyaq, beristintsaar dan bersiwak ketika bangun tidur
Keterangan:
Beristinsyaq dan beristintsaar
adalah menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kembali air dari
hidung.
Hadist:
“Apabila Rasulullah Muhammad saw bangun malam membersihkan mulutnya
dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)
Demikianlah Rasulullah Muhammad
SAW menunaikan hak-hak tidur yang telah diberikan Allah swt kepadanya. Dan
sebagai umat Islam yang beriman kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw,
maka sudah sepatutnya umat muslim menunaikan nikmat tidur tersebut sebagaimana
yang telah dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.
Tag :
Seputar Ke-Islaman,
Umum,











